F/OSS productivity
Published April 22, 2008 Gnome 0 CommentsTags: Add new tag, Gnome, Mac, Macports, Metacity, X11
Karena Gnome di MacBook belum bisa kembali seperti sediakalaTM, maka saya menjalankan aplikasi-aplikasi yang F/OSS yang diinstal melalui MacPorts dengan X11 dan window manager bawaanya yaitu Quartz. Aplikasi untuk menunjang produktivitas saya nggak banyak, antara lain Gimp dan Inkscape.
Keuntungan menggunakan X11/Quartz bisa copy-paste dengan aplikasi Mac, Kerugiannya tampilannya jadi jelek nggak muncul tampilan Gnome/Gtk nya yang cantik. Well, sebetulnya kerugian ini bisa dianggap minor, tapi gimana ya, secara udah biasa dengan tampilan Gnome. Selain itu, saya jadi nggak bisa liat preview thumbnail file SVG pake Nautilus. Oya satu lagi, aplikasi harus dipanggil lewat Terminal dengan terlebih dahulu menjalankan X11. Sementara kalo dalam lingkungan desktop Gnome bisa dipanggil lewat menu default Gnome.
Gnome MacPorts gagal dicompile
Published April 16, 2008 Gnome 3 CommentsTags: Apple, Darwin, Gnome, Gnome 2.20, Gnome 2.22, Mac, Mac OS X, Macports
Gnome versi 2.22 sudah dirilis beberapa waktu yang lalu. Sebagai pengguna Gnome, udah nggak sabar dong pengen nyicipin kayak gimana sih rilis terbarunya. Selama ini di MacBook saya sudah dipasang Gnome yang diinstal melalui MacPorts. Jadi saya menunggu-nunggu kapankah saya bisa mengupgrade Gnome 2.20 saya ke 2.22. Dalam penantian saya melakukan:
% sudo port update
dan
% port outdated
untuk mengetahui port yang sudah enggak update lagi. Paket-paket –atau dalam istilah FreeBSD-minded disebut port, untuk Gnome terdiri dari banyak sekali port. Proses upgrade ke 2.22 juga enggak langsung semua port muncul versi 2.22-nya jadi sebagian-sebagian. Nah ini yang membuat kegagalan upgrade. Suatu ketika beberapa port dari kategori Gnome sudah muncul dalam versi 2.22, ini membuat saya tergoda untuk langsung port upgrade port-port yang sudah outdated tersebut dengan perintah:
% sudo port upgrade outdated
Akibatnya malah nggak bisa jalan. Saya sudah mencoba mengaktifkan port lama, diantaranya dbus, dan mendeaktifkan port baru, tapi tetap saja nggak jalan. Setelah beberapa lama, kalo nggak salah sampai dua hari saya berkutat dengan masalah ini, akhirnya terpaksa saya lakukan:
% sudo rm -rf /opt
ket: /opt adalah direktori tempat bersarangnya MacPorts.
Hilanglah MacPorts, dan saya instal ulang MacPorts dari awal. Semua port pendukung gnome bisa terinstal kecuali: gcalctool gnome-applets gnome-control-center gnome-games gnome-mag gnome-session gnome-utils gnopernicus, akibat gcalctool gagal dicompile.
Sementara itu Metacity belum bisa diupgrade ke 2.22. Untuk Metacity saya tunggu-tunggu patchnya keluar, sampai dengan hari ini masih seperti pada gambar berikut:

Baiklah sebagai user saya masih harus menunggu versi Metacity-nya berubah setidak-tidaknya menjadi 2.22.0_1.
Well, setelah blog saya yang lama kesulitan untuk dimaintain, karena nggak ada waktu, mau diupgrade agak ribet, mau pindahin domain juga repot, akhirnya saya pindah aja ke sini di wordpress.com. Menurut arsip blog ini saya bikin desember 2005 (lihat posting di bawah ini), sekarang sudah 2008. jadi udah lama nggak diapa-apain ini blog. Tulisan/posting lainnya menyusul…
Recently my friend and I had a task to design theme for a local Linux distribution. The Linux distro is based on a popular Linux flavor shipped with both GNOME and KDE desktop environments. During this work, I need to have a GNOME desktop available for working and testing the theme components: application theme, window border, background, login manager, icons, etc. While I could only access to a Linux and/or FreeBSD desktop in my office, I have to install GNOME desktop on my MacBook, so I can manage to do the theme design anytime.
I had Fink installed on my MacBook, but the GNOME package available there is too old. Its version is still 2.6, or so. So I have to find out other alternatives and found that on MacPorts (formerly called DarwinPorts) the GNOME port is already available at version 2.18. I grab MacPorts and install it on my MacBook.
Very simple step-by-step how-to is in the following…
After MacPorts installed, make sure you have updated MacPorts installation with the latest ports tree. on Terminal window run:
$ sudo port selfupdate
After the MacPorts and its ports tree are updated, you can start install GNOME. To do so, run:
$ sudo port install gnome
That command installs gnome with all of it dependencies. After finished create or edit (if already available) .xinitrc file in your home directory. The file should look like this:
# make sure X11 is MacPorts and /usr/local aware PATH=$PATH:/opt/local/bin:/opt/local/sbin:/usr/local/bin:/sw/bin export PATH # make the freedesktop menu entries work export XDG_DATA_DIRS=/opt/local/share export XDG_DATA_HOME=/opt/local/share export XDG_CONFIG_DIRS=/opt/local/etc/xdg # use Metacity window manager exec metacity & # start GNOME exec dbus-launch gnome-session
To start GNOME, run X11. GNOME desktop runs like in the following pictures:
GNOME 2.18 running on top of Darwin, side by side with Mac OS X 10.4.10. Installed via MacPorts. Apple’s X11 displays GNOME with full screen mode, this make the Mac menu bar on the top invisible.
More detailed information can be found here
Hampir bersamaan waktu dengan mengganti Mac PPC ke Macintel, komputer desktop yang selama ini menjalankan FreeBSD, akhirnya hanya digunakan sebagai web server. gdm di FreeBSD tersebut sudah saya matikan dan kini saatnya beralih ke Ubuntu…. yeah!!!
Pertama-tama saya instal CD Ubuntu versi 6.06 di sebuah komputer yang masih fresh, P4 3.00GHz, memori 1GB. Hardisk 120 giga saya pakai semuanya untuk Ubuntu, tidak disisakan untuk partisi OS lain. Sesudah terinstal saya arahkan ke repositori di ftp://mirror.itb.ac.id/pub/ubuntu dan wus… wus… instal berbagai aplikasi dengan mudah menggunakan apt-get. Biar lebih praktis lagi bisa digunakan Synaptic Package Manager dengan GUI yang nyaman.
Sementara itu sedang ramai orang membicarakan rilis terbaru Ubuntu dengan code name Feisty, yaitu versi 7.04. Di kampus diadakan acara Trend Desktop 2007 yang menghadirkan pembicara yang membawakan materi masing-masing mengenai Windows Vista, Ubuntu, dan Mac OS X. Sayang beribu sayang saya tidak jadi menghadiri acara tersebut. Saya keburu memutuskan untuk tidak kemana-mana karena ada Wapres Jusuf Kala ke kampus ITB. Ternyata acaranya dipindahkan ke gedung CCAR di Rektorat Jalan Tamansari. Ya sudahlah…
Kembali ke Ubuntu, saya kemudian mengupgrade komputer saya ke versi 6.10 dengan mengambil dari repository mirror.itb. Proses upgrade berjalan lancar. Hari semakin dekat ke launching 7.04 dan saya sudah tidak sabar untuk mengupgrade lagi, akhirnya saya upgrade. Versi 7.04 masih belum rilis. Tibalah akhirnya pada tanggal yang ditunggu-tunggu. Pada hari H masih juga belum tersedia. Sampai kemudian mendapatkan salah satu repository sebuah server milik Gamais (dilihat dari nama domainnya) sudah menyediakan upgrade. Akhirnya saya arahkan ke server tersebut dan bingo… Sebelumnya ketika masih beta, gaim sering tiba-tiba quit. Sekarang sesudah diupgrade sudah normal.
Kesan saya menyenangkan sekali menggunakan Ubuntu. Dengan package manager yang tersedia, saya bisa menginstal berbagai aplikasi dengan mudah dan praktis. :)
Menggunakan Fink untuk Mengelola (Install, Upgrade, Remove) Aplikasi Open Source di Mac OS X
Published March 23, 2007 GNU/Linux , Mac OS X ClosedSudah sejak awal Februari 2007 lalu saya mengganti iBook tangguh yang selama ini digunakan untuk bekerja sehari-hari dengan MacBook. Sebelumnya di iBook saya sempat menggunakan software-software open source dengan menginstal melalui DarwinPorts (kini berganti nama menjadi MacPorts). Kini di MacBook saya menggunakan Fink. Kalo DarwinPorts/MacPorts lebih FreeBSD-flavor, maka Fink lebih berasa (memiliki rasa) Linux, tepatnya menggunakan apt-get dari Debian, seperti yang juga digunakan di Ubuntu.
Untuk instalasi download file .dmg di situs Fink. Jangan lupa untuk menginstal X11 dari DVD installer bawaan Mac. X11 atau X Window System dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi dengan GUI. Selain itu untuk instal aplikasi dari source atau meng-compile diperlukan GCC yang bisa diinstal dari XCode, juga dari DVD bawaan Mac.
Bila sudah mendapatkan installer Fink, jalankan program instalasi. Ikuti proses instalasi sampai dengan selesai, Fink akan berada di direktori /sw dan tidak akan mengganggu sistem dari Mac/Darwin di direktori /usr.
Berbeda dengan DarwinPorts/MacPorts yang menginstal atau meng-compile aplikasi dari source code, Fink menyediakan instalasi aplikasi bukan cuma dari source code namun juga tersedia instalasi aplikasi dalam bentuk binary packages yang sebelumnya sudah di-compile. Menginstal package jauh lebih cepat ketimbang harus men-compile. Untuk mengetahui apakah suatu aplikasi tersedia dalam package atau source code bisa dicek di: http://pdb.finkproject.org/pdb/index.php?phpLang=en.
Berikut ini beberapa perintah yang sering saya lakukan. Untuk lebih lengkapnya silakan diubek-ubek dokumentasi di situs Fink.
Untuk mengupdate package:
# sudo apt-get update
Untuk mengupgrade:
# sudo apt-get upgrade
Untuk mengubah konfigurasi Fink (mengubah berbagai setting seperti repository dari package yang akan diambil, proxy dan lain sebagainya):
# sudo fink configure
Untuk menginstal package:
# sudo apt-get instal [nama aplikasi]
Fink akan menginstal package binary beserta dependency-nya. Saya sendiri untuk kebutuhan pekerjaan sehari-hari menginstal:
- Bluefish untuk HTML editor
- CSSED untuk CSS editor
- Scribus untuk Desktop Publishing
- dan aplikasi-aplikai kecil lainnya
Untuk aplikasi yang sudah tersedia dalam bentuk aplikasi Mac, saya tidak menginstal dari Fink, seperti Gimp.app, OpenOffice.app, dan Inkscape.app.
Berikut ini beberapa screenshot:
’Bluefish’













Recent Comments